Adanya tambahan zat aditif pada semen instan MU serta pasir pilihan yang dikondisikan sehingga mencapai tingkat kekeringan yang sangat tinggi, menyebabkan curing time (waktu yang dibutuhkan oleh mortar untuk mencapai keadaan optimum) produk MU jauh lebih singkat jika dibandingkan dengan cara konvensional (pengadukan semen dan pasir secara terpisah di lapangan).
Selain efisiensi waktu yang disebabkan karena tidak perlunya proses pengayakan pasir, penakaran serta pencampuran semen dan pasir, pengurangan durasi pekerjaan juga dapat diperoleh dari jeda waktu antar proses yang lebih singkat. Jeda waktu dari pasangan bata ke plesteran yang dibutuhkan jika menggunakan produk MU hanya 1x24 jam, sementara dengan cara konvensional membutuhkan waktu 7x24 jam. Hasil plesteran MU siap diaci dalam 1x24 jam, sementara plesteran konvensional membutuhkan waktu 7x24 jam sebelum diaci. Hasil acian MU siap dicat dalam 7x24 jam tanpa harus diplamur, sementara acian konvensional membutuhkan waktu minimum 4-6 minggu sebelum layak untuk dicat.
Tabel perbandingan waktu pengerjaan MU vs konvensional:
| Dari Pasang Bata ke Plester | Dari Plester ke Aci | Dari Aci ke Cat | |
| MU | 1 x 24 jam | 1 x 24 jam | 7 x 24 jam |
| Konvensional | 7 x 24 jam | 7 x 24 jam | 4-6 minggu |

Praktis, bahan baku berkualitas dan komposisi tepat, juga lingkungan proyek yang lebih bersih adalah beberapa dari begitu banyak alasan tepat untuk memilih MU sebagai solusi bermutu bangunan Anda.