Ruang Informasi

Dapatkan Tip dan konsultasikan masalah bangunan Anda kepada kami.

Tips & Artikel

Membuat Tangga dalam Bangunan Rumah

 

 Setiap rumah yang memiliki lebih dari satu tingkat lantai pasti akan memerlukan dan memiliki setidaknya satu buah tangga di dalamnya (baca: Bijak Merancang Pijak ), apapun bentuknya, bahannya, hingga desain dan metode pembuatannya. Berencana untuk membangun atau merombak bentuk tangga yang terdapat di rumah Anda sekarang? Mari simak bahasan berikut ini.

Jika Anda berniat untuk menambahkan sebuah tangga di dalam rumah Anda, hal pertama yang harus dilihat adalah jenis konstruksi yang sesuai untuk membangunnya. Apakah itu beton bertulang, kayu, baja, atau konstruksi lainnya. Untuk mengetahuinya, Anda dapat menyesuaikannya dengan material-material yang sudah digunakan sebelumnya. Jika rumah Anda banyak menggunakan konstruksi kayu, maka buatlah tangga dengan konstruksi kayu. Demikian juga halnya jika Anda menggunakan beton bertulang.

Namun, apapun jenis konstruksinya (kayu, baja, ataupun beton), untuk finishing dengan keramik ataupun marmer, sebaiknya gunakan solusi bangunan pilihan MU yang dapat mengakomodir pemasangan keramik di segala permukaan.

Setelah memikirkan jenis konstruksi, hal lain yang juga harus dipertimbangkan adalah bentuk tangga. Tangga dapat memiliki beragam bentuk, seperti misalnya tangga yang berdenah melingkar, seperti tangga-tangga di bangunan istana di Eropa, juga tangga yang sekedar dipakai untuk naik turun saja, seperti tangga putar, tangga monyet, dan sebagainya. Namun, yang paling sering digunakan saat ini adalah tangga berbentuk “L” yang memiliki sebuah poros dan terbagi menjadi dua bagian dengan sudut 90 derajat. Ada pula yang disebut dengan tangga “U” yang memiliki sebuah poros dan terbagi menjadi dua bagian dengan sudut 180 derajat, atau 2 poros dengan masing-masing besar sudut 90 derajat.

Adapun, poros yang berupa pijakan lebar tanpa undakan anak tangga ini biasanya berfungsi sebagai:

  • penyedia privasi bagi lantai atas, karena dengan adanya pembagian arah tangga, orang yang berada di bagian bawah tidak dapat langsung melihat “isi” dari ruangan di lantai atas.
  • Jika terjadi kecelakaan di mana ada orang terjatuh dari tangga, adanya poros tersebut dapat menahan agar orang tersebut tidak terus jatuh hingga ke lantai bawah.
  • Untuk tangga yang besar dan panjang, adanya pijakan poros ini bisa digunakan untuk mengistirahatkan kaki sejenak sebelum melanjutkan meniti anak tangga hingga ke lantai yang dituju.


Tangga U dan tangga L cukup populer karena dapat dipadukan dengan baik dengan denah rumah yang pada umumnya memiliki bentuk segi empat. Berbeda halnya dengan tangga melingkar, yang memerlukan trik khusus untuk meletakkannya dalam rumah tinggal, misalnya dengan membuat tangga berdiri sendiri pada ruangan yang cukup luas. Sisanya, posisikan tangga ditempat yang paling mudah dijangkau agar bisa digunakan semaksimal mungkin oleh penghuni rumah. Penempatan tangga juga ditempat-tempat lain, agar bila ruangan utama sedang dipakai, penghuni masih bisa naik turun dari tangga lain di area lain dalam rumah.

Bagi beberapa orang yang mempercayainya, perlu juga diperhatikan desain tangga berdasarkan feng shui karena sangat berpengaruh bagi keyakinan dan cara hidup mereka. Orang-orang yang mempercayai feng shui biasanya meminta tangga mereka dengan perhitungan khusus, arah hadap khusus, letak khusus dan hubungannya dengan pintu-pintu kamar, dan lain sebagainya.

Bagi mereka yang tidak memakai feng shui, kebanyakan tidak mempermasalahkan letak tangga, sepanjang tangga itu secara fungsional cukup baik. Terutama, tangga harus berfungsi dengan baik sebagai sarana evakuasi bila terjadi musibah, seperti gempa, atau kebakaran, bahkan tsunami. Pilihlah bentuk tangga yang mudah digunakan dan tidak mudah membuat orang terpeleset, atau sulit naik tangga. Tujuannya tentunya agar rumah kita makin nyaman ditinggali dan aman.


Sumber artikel:
astudioarchitect.com/2008
en.wikipedia.org/wiki/Stairway


Sumber foto:
cfs15.tistory.com/image

Arsip

[Arsip]